Alhamdulillah bulan puasa sudah kita lewati, mudah-mudahan puasa kita di nilai Ibadah oleh Allah SWT. Setelah memnyelesaikan ibadah puasa sebulan penuh, kita selanjutnya memasuki bulan Syawah, dan merupakan kemenangan bagi umat islam yang sudah menjalankan ibadah puasa dan di sempurnakan dengan Shalat Taraweh.
Dalam bulah yang firi ini kami atas nama pengurus RW 11 Bumi Sawangan Indah mengucapkan "Selamat Hari Raya Idul Fitri, Minal Aidin wal Faidzin mohon maaf lahir dan batin" Semoga di dalam bulan Syawal ini Allah SWT mengampuni dosa-dosa kita semua. Amien Ya Robbal ,alamin.
Salam Pengurus RW 11-BSI
Selengkapnya...
Selasa, 06 September 2011
Minal Aidin Wal Faidzin
Rabu, 13 Juli 2011
Semar, abdi titisan Ilahi
Semar dalam bahasa Jawa (filosofi Jawa) disebut Badranaya
Bebadra = Membangun sarana dari dasar
Naya = Nayaka = Utusan mangrasul
Artinya : Mengembani sifat membangun dan melaksanakan perintah Allah demi kesejahteraan manusia
Filosofi, Biologis Semar
Javanologi :
Semar = Haseming samar-samar (Fenomena harafiah makna kehidupan Sang Penuntun).
Semar tidak lelaki dan bukan perempuan, tangan kanannya keatas dan tangan kirinya kebelakang.
Maknanya : “Sebagai pribadi tokoh semar hendak mengatakan simbul Sang Maha Tunggal”.
Sedang tangan kirinya bermakna “berserah total dan mutlak serta sekaligus simbul keilmuan yang netral namun simpatik”.
Domisili semar adalah sebagai lurah karangdempel / (karang = gersang) dempel = keteguhan jiwa.
Rambut semar “kuncung” (jarwadasa/pribahas a jawa kuno)
maknanya hendak mengatakan : akuning sang kuncung = sebagai kepribadian pelayan.
Semar sebagai pelayan mengejawantah melayani umat, tanpa pamrih, untuk melaksanakan ibadah amaliah sesuai dengan sabda Ilahi.
Semar berjalan menghadap keatas,
maknanya : “dalam perjalanan anak manusia perwujudannya ia memberikan teladan agar selalu memandang keatas (sang Khaliq) yang maha pengasih serta penyayang umat”.
Kain semar Parangkusumorojo: perwujudan Dewonggowantah (untuk menuntun manusia) agar memayuhayuning bawono : mengadakan keadilan dan kebenaran di bumi.
ciri sosok semar adalah
Semar berkuncung seperti kanak kanak,namun juga berwajah sangat tua
Semar tertawanya selalu diakhiri nada tangisan
Semar berwajah mata menangis namun mulutnya tertawa
Semar berprofil berdiri sekaligus jongkok
Semar tak pernah menyuruh namun memberikan konsekwensi atas nasehatnya
Tulisan diatas adalah semata-mata hanya filosofi yang mungkin dapat berguna bagi kehidupan.Suwun
Salam
Limbuk
Selengkapnya...
Rabu, 29 Juni 2011
Makna Hidup
Dari ceu. ening...urang bojong loa
Makna Huruf Jawa pada Kata “Hurip” dan “Gessang”
Sepanjang sejarah kesusasteraan Jawa, telah dikenal berbagai tulisan asli yang antara lain adala htulisan Jawa yang merupakan unsur penting dari kebudayaan Jawa itu sendiri.
Tersebut suatu legenda yang menceriterakan kisah Pangeran Ajisaka yang rupa-rupanya bermula sebagai sebuah ceritera untuk menerangkan artinya dari kalimat yang muncul dari susunan abjad Jawa yang terdiri dari dua puluh huruf dengan artinya sebagai berikut:
Ha na ca ra ka : ada dua orang utusan
Da ta sa wa la : saling bertengkar
Pa dha ja ya nya : sama-sama kuat
Ma ga ba tha nga : kedua-duanya mati.
Masyarakat umum menganggap bahwa Ajisaka yang menciptakan huruf Jawa. Sementara para ahli menyatakan bahwa tulisan Jawa berasal dari suatu bentuk tulisan Sankerta Dewanagari dari India Selatan.
Dalam perkembangannya orang Jawa sudah banyak menggunakan huruf Latin dari pada huruf Jawa, namun di beberapa tempat masih ditemui tulisan yang menggunakan huruf Jawa. Bahkan oleh beberapa orang dinyatakan bahwa huruf Jawa memiliki falsafah atau makna bagi kehidupan manusia. Sebagai contoh:
Huruf ha diberi makna hidup: na berarti ada. Jadi ha na berarti adanya hidup, ca ra ka diartikan sebagai cipta rasa karsa: caraka berarti juga utusan atau duta.
Dengan demikian makna hana caraka adalah adanya hidup diciptakan oleh Tuhan yang diutus untuk memelihara alam lingkungan dengan berpedoman pada tuntunan-Nya sehingga manusia tidak banyak berbuat salah.
Huruf da berati Dhat: ta berarti tan (tanpa) sa wa la berarti salah. Jadi Da ta sawala berarti petunjuk yang diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa tidak pernah salah.
Huruf pa dha ja ya nya mengandung makna penggambaran diri manusia yang mana hati nuraninya tergoda oleh nafsu, maka sering timbul pertentangan di dalam dirinya. Oleh karena itu manusia diajarkan untul selalu memohon petunjuk kepada Tuhan Yang Maha Esa agar senantiasa berada dalam kebenaran.
Huruf ma ga ba tha nga; ma dan ga berarti sukama dan angga yang hidup dan berbudaya untuk mewujudkan tindak yang baik. Akhirnya ma, ga akan menjadi ba tha nga, yaitu mati apabila tugas sebagai caraka (utusan) telah selesai atau telah dikehendaki oleh Tuhan kembali (meninggal dunia). Demikian antara lain pengungkapan makna huruf Jawa ha na ca ra ka, da ta sa wa la, pa dha ja ya nya, ma ga ba tha nga.
Dalam kehidupan berbudaya ada beberapa orang yang dalam menghayati makna hidup dan kehidupannya menggunakan huruf Jawa sebagai alat untuk dapat memahami makna hidup tersebut. Seseorang sadar sepenuhnya bahwa di dalam dirinya diberi hidup sehingga dia berusaha memahami apa makna hidup itu. Berikut akan diungkap makna hidup dengan menggunakan uraian dari kata yang berhuruf Jawa.
Penjelasannya sebagai berikut: Yang disebut hidup itu terdiri dari dua jenis, yaitu yang disebut hurip dan gesang. Kata “urip” dalam huruf Jawa terdiri dari ha; berasal dari sebutan ma ha (maha) suku (u) mengandung makna tenaga, ra: berasal dari sebutan ha ra (getaran) wulu (i) mengandung maksud bahwa huruf yang di dulu adalah positif pa: mengandung maksud meliputi apa saja karena berasal dari sebutan apa-apa (apa) pangku (tanda huruf mati) mengandung maksud kebahagiaan hu: berasal dari sebutan satuhu 9suatu sifat nyata) rip: berasal dari sesebutan mirip (serupa). Kata “hurip” sebelum diberikan sandangan akan tertulis ha ra pa yang artinya hadap dan kehendak (nafsu).
Dari penjelasan tersebut dapat disimpulkan bahwa yang disebut “hurip” (hidup) adalah Maha Tenaga yang bergetar, yang memiliki kebahagiaan seperti mulia dan kebiasaan yang bermacam-macam serta mempunyai kehendak. Adapun sifat hidup adalah getaran-getaran yang memenuhi dan meliputi alam semesta yang kesemuanya berujud mirip antara yang satu dengan lain. Getaran itu disebut “hara”. Sebutan nama tersebut berasal dari adanya pengetahuan suatu gerak yang sangat cepat dan hanya bisa ditirukan oleh gerakan lidah, sehingga akan keluar bunyi dari mulut: “rrrraaaaa”. Karena hal tersebut bersifat maha, maka sebutan maha dan ra dijadikan satu sebutan “mahara” yang disingkat “hara”. Hara memiliki kebiasaan, maka sebutan “hara” dan “bisa” disatukan menjadi “harabisa”, yang kemudian disingkat “rasa”, karena sebutan “rasa” berasal dari sebutan “hurip”, maka rasa adalah hurip yang memiliki hadap kehendak kebiasaan kebahagiaan yang semuanya bersifat nyata serupa/mirip.
Berikut makna hidup dari apa yang disebut dengan gessang. Kata “gessang” dalam huruf Jawa terdiri dari: ga: berasal dari sebuta ra ga (raga/sifat berwujud) pepet (e) mengandung maksud perasaan/rasa kulit. Sa: berasal dari sebutan ra sa (rasa) pangku (tanda huruf mati): mengandung maksud sanga (sembilan) sa: berasal dari sebutan ra sa (rasa) setcak (tanda bunyi sengau) mengandung maksud sanga (sembilan). Ges: berasal dari sebutan teges (arti). Sang: berasal dari sebutan tumangsang (terkait) kata “gesang” sebelum mendapatkan sandangan tertulis ga sa sa nga, yang berasal dari sebutan gagasa (gagasan(, sanga (sembilan) maksudnya gagasa atau pikir itu terkait oleh sembilan rasa. Dari penjelasan tersebut disimpulkan bahwa yang disebut “gessang” adalah hidup yang memiliki raga, mengandung sembilan rasa positif dan rasa kulit yang mengikat pikir.
Sembilan rasa tersebut:
2 rasa pengelihatan kanan dan kiri
2 rasa pendengaran kanan dan kiri
2 rasa pembauan kanan dan kiri
1 rasa lidah
1 rasa dubur dan 1 rasa kelamin.
Sembilan rasa tersebut masing-masing mengikat gagasan/pikir. Hidup yang berwujud demikian berada di atas permukaan bumi dan harus mempunyai arti atau berguna.
Hidup yang disebut dengan “gessang” ini berasal dari “hurip” yang masing-masing memiliki tenaga hadap dan kehendak. Demikian makna hidup yang dijelaskan melalui kata “hurip” dan “gessang”.
Sebutan “hidup” erat sekali hubungannya dengan sebutan yang Maha Hidup. Untuk memberikan pengertian Yang Maha Hidup, dijelaskan dengan menggunakan kata “halah” dalam huruf Jawa sebagai berikut:
Ha: berasal dari sebutan ma-ha (maha). Suara Ha adalah suara bernafas yang menunukkan hidup. Maka ha mengandung maksud “Yang Maha Hidup”.
Ia: berasal dari sebutan hala (kasar).
Wignyan (huruf mati): mengandung maksud sebagian dari Yang Maha.
Lah: berasal dari sebutan oleh dan polah (memasak dan bergerak).
Dari uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa yang disebut “Halah” (Alah) adalah Yang Maha Hidup, yaitu yang memasak atau mengadakan segala sesuatu mulai dari tidak ada menjadi ada, dari sifat yang terhalus menjadi sifat yang terkasar yang semuanya itu digerakkan atau dihidupi. Adapun dijadikannya sifat-sifat kasar atau berwujud itu hanya sebagian dari sifat ke-MahaanNya.
Demikian makna dari kata berhuruf Jawa “hurip” dan “gessang” yang mengandung arti hidup, yang ternyata di dalamnya terkandung makna yang dalam dan bermanfaat bagi kehidupan manusia.
Jangan pernah melihat apa yang dibicarakan atau ditulis orang.
Dan jangan merasa " Bersih" sebaliknya orang yang menurut kita " kotor" itulah bersih
Salam
Limbuk
Selengkapnya...
Kamis, 10 Februari 2011
Kerja Bakti Serentak RW 11 - BSI
Alhamdulilah Kerja Bakti serentak di lingkungan masing-masing pada tanggal 6 Februari 2011 di RW 11 BSI berjalan dengan baik, walaupun yang yang melaksanakan kerja bakti lebih sedikit dari pada jumlah warga yang ada. Namun walaupun tidak semua melaksanakannya, di masing-masing RT tetap berjalan, seperti di RT 01 ada beberapa warga yang membersihkan got dan membersihakn rumput di sekitar rumahnya
Setelah saya tanyakan kepada salah satu warga ternyata edaran tidak merata, ada yang sdh terima dan ada yang belum terima edaran, makanya saya tidak menyalahkan warga, mungkin dari warga RT 01/11 banyak yang tidak tahu.
Kalau RT 02/11 kebanyakan meraka pada membersihkan depan rumah mereka masing-masing. Tetapi menurut saya lebih bagus dari pada tidak keluar sama sekali. Sedangkan RT 03 berkonsentrasi di saluran air di jalan utama dan jalan gang. RT 05/11 selain membersihkan depan rumah mereka masing-masing tetapi lebih di fokuskan di rumah-rumah kosong. Begitu juga dengan RT 04/11 mereka juga membersihkan depan rumah mereka masing-masing.
Lingkungan bersih dan sehat akan tercipta bila di mulai dari diri kita masing-masing. "Lingkunganku bersih, hidupku sehat"
Salam
Admin
Selengkapnya...
Senin, 24 Januari 2011
Pengelolaan Sampah di Depok Lumpuh
Metrotvnews.com, Depok: Gerbang dan jalan menuju tempat pembuangan akhir (TPA) Cipayung, Pancoran Mas, Depok, Jawa Barat, hingga Selasa (25/1), masih diblokade warga. Terhitung sudah lima hari TPA ditutup warga. Akibatnya, sampah menumpuk di sejumlah tempat.
Warga belum bersedia membuka TPA karena Wali Kota Depok Nurmahmudi Ismail juga belum bersedia menemui warga. Pertemuan sedianya dilakukan 21 Januari lalu, namun dibatalkan. Warga kesal dan menutup TPA.
Warga ingin bertemu Wali Kota untuk membahas keberadaan TPA tersebut. Warga mengaku terganggu dengan pemadangan dan bau tak sedap dari TPA. Warga berharap, Wali Kota memberi solusi atas keluhan mereka.
Batang pohon dan batu tampak masih menutupi gerbang TPA. Akibatnya, aktivitas pengelolaan sampah di Depok terbengkalai. Penumpukan sampah terjadi di sejumlah lokasi pembuangan sementara. Truk-truk pengangkut sampah pun tak beroperasi.
Selengkapnya...
Rabu, 19 Januari 2011
Kembalikan Jati Diri RT (Rukun Tetangga)
Kembalikan Jati Diri RT (Rukun Tetangga)
Diselingi cemilan, pembicaraan rencana kerja bakti renovasi jalan kampung, menemui jalan nyaris buntu karena tahapan pembuatan anggaran. Kacang godog menjadi menu utama pada setiap pertemuan RT dihelat. Tahu pong, penganan renyah lainnya menjadi music pengiring pembicaraan yang cenderung tanpa arah dari setiap warga bila saat berkumpul. Arisan, tetangga yang akan punya gawe, rehab rumah adalah salah satu sarana komunikasi dan area berkumpulnya anggota masyarakat. Walaupun setiap hari bersua, namun ngobrol tak kan pernah habis dikupas. Kenikmatannya menjadi orang dikampung seperti ini. Semua lebur, tanpa pembatas status sosial. Banyolan seketika bisa meletup, menawarkan lumernya otak yang telah diperas beberapa hari.
RT (rukun tetangga) adalah sebuah komunitas ciptaan pendahulu kita. Sebuah sarana budaya yang adi luhung sebagai perekat masyarakat. Tidak ada yang mengetahui secara persis kapan RT muncul pertama kali. RT bukan merupakan pembagian administrasi dari kelurahan, namun pembentukannya berdasarkan atas musyawarah mufakat dari masyarakat setempat. Pembagian RT juga tidak mengaju pada banyaknya keluarga atau berdasarkan demografi.
Sebagai salah satu anggota keluarga di suatu kampung pastilah akan tahu diri manakala pertemuan RT digelar. Tak perlu registrasi, tak perlu seleksi. Orang lain dengan tangan terbuka menerima kahadiran sebuah keluarga bila menghuni tempat baru. Dari daerah manapun, suku apapun, latar belakang keluarga bagaimanapun, masyarakat setempat selalu welcome. Selayaknya kita patut berterima kasih kapada nenek moyang kita yang telah menciptakan forum rembug warga. Sudah selayaknya bila kita merawat kebudayaan yang sangat bermanfaat sebagai ajang tertinggi rembug warga.
Dalam perjalanan, lembaga ini mengalami pemudaran makna. RT yang sedia kala merupakan komunitas yang dapat melaksanakan fungsi pemberdayaan masyarakat, menemui penyempitan makna. Ada berbagai sebab bila RT mengalami perubahan fungsi. Satu diantaranya adalah sebagai alat untuk mendikte kemauan kelompok tertentu. Akan terlihat sangat mencolok pada saat menjelang pemilihan. Baik pemilihan lurah/kepala desa, pemilihan bupati/wali kota sampai ke pemilihan umum. Ajang perkumpulan RT yang mestinya untuk membicarakan permasalahn di kampung, dapat berubah menjadi media politik. Bahkan warga sempat digiring untuk memilih tanda gambar tertentu. Alasan inilah yang menjadi kemandirian RT terkikis. Bisa jadi, RT menjadi semacam melegalkan kebijakan atasan. Sehingga pengurus RT sedikit demi sedikit tergerogoti kredibilitasnya. Itulah sebabnya, seseorang akan enggan untuk menjadi pengurus RT.
Fungsi RT selayaknya harus kita kembalikan pada porsinya, yaitu sebagai forum rembug warga untuk membangun warga yang ada di kampung. Komunikasi RT menjadi sangat strategis untuk sosialisasi program kelurahan, kecamatan sampai pada Negara. Kumpulan RT adalah sarana yang tepat untuk memobilisasi masa. Sebaiknya RT jangan dijadikan ajang untuk rekayasa sosial semacam itu.
Salam
Limbuk
Selengkapnya...
Hubungan Suami Istri Yang Harmonis Meningkatkan Motivasi Kerja Anda
Hubungan Suami Istri Yang Harmonis Meningkatkan Motivasi Kerja Anda
Saya kira banyak yang sependapat nih bahwa Hubungan Suami Istri Yang Harmonis Meningkatkan Motivasi Kerja Anda secara langsung atau tak langsung. Memang sih sesuatu yang bisa mempertahanakan atau meningkatkan keharmonisan hubungan suami istri tentunya sangat luas. Tak sedikit pula jika mendengar hubungan suami istri diantara kita akan teringat dengan konotasi yang umum yaitu harmonis di tempat tidur. Bagaimanapun juga itu pasti ada bahkan bagi sebagian orang itu berpengaruh besar. Right?
Sebaliknya bisa juga motivasi kerja yang jalan duluan, kerja yang berprestasi, produktif dan gembira, mempunyai penghasilan yang memadai dan berkecukupan, syukur-syukur mendapatkan kelimpahan sehingga dapat lebih banyak berkontibusi juga dapat meningkatkan keharmonisan dalam rumah tangga.
Coba saja dimulai dari hubungan suami istri dulu, atau dimulai dari motivasi kerja yang terjaga dengan baik dulu. Keduanya saling mempengaruhi. Jadi kita bisa memulai dari keduanya.
Hubungan suami istri yang hangat semalam, diiringi dengan sarapan pagi yang sehat, plus diantarnya Anda ke depan pintu sambil dasi Anda dibetulkan dulu, bisa mengawali mood kerja yang baik hari ini dan esok hari.
Motivasi kerja yang bagus, berefek pada prestasi yang gemilang, pendapatan yang dapat dibanggakan, sangat mungkin menjadikan kita pulang kerumah setelah bekerja seharian namun tetap berseri-seri, kembali disambut istri dengan kehangatan yang luar biasa pula. Wuihhh enaknya, hehe..
Semoga Anda termasuk yang demikian. Do anything you can, the best you can do for it.
Semoga bermanfaat dan selamat mencoba
salam
Limbuk
Selengkapnya...
Kamis, 30 Desember 2010
Tahun Baru " Harapan Baru, atau semu "
Weh... ndak terasa... tahun udah berganti...umur berkurang 1th lagi.Hingga kapan kita bisa merasakan PUASA lagi,Tahun Baru lagi? semua adalah RAHASIA ILLAHI.
Yang terpenting adalah berjuang buat dunia dan akhirat.Tahun boleh berganti, namun Iman dan Taqwa tidak boleh berganti atau berkurang.
Tahun baru berati harapan baru buat menyusun masadepan yang lebih baik.Jika Harapan tanpa kerja keras akan menimbulkan Halusinasi dan Angan-angan belaka.
Tahun baru juga bermakna ujian baru, ujian buat diri sendiri, keluarga dan lingkungan.
Persiapan pemilihan ketua lingkungan harus sudah jah-jauh hari di persiapkan agar tidak ada kecurigaan.Juga program-program yang belum berjalan harus segera di realisasikan. Agar tidak menjadikan gunjingan bahkan fitnah di belakang hari.
Tahun baru merupakan EFORIA buat menutupi kegagalan di masa lalu, menghilangkan sejenak keruwetan hati.Tapi setelah malam tahun baru berlalu barulah kita sadar bahwa malam-tahun baru juga merupakan malam Introspeksi diri.Bukanya lomba kembang api, bakar-bakar, atau bersenag-senang belaka.Namu juga merupakan momentum untuk diri sendiri, keluarga, dan lingkungan untuk merenungkan upaya apa yang akan dijalankan di tahun yang baru.
Selamat Tahun baru semoga sukses selalu di raih di tahun yang baru.
Salam
Limbuk
Selengkapnya...
Senin, 22 November 2010
JADILAH PEMIMPIN PEMBELAJAR
Ketika Pemimpin Berhenti Menjadi Pribadi Pembelajar, Maka Pengembangan Kepribadiannya Akan Berhenti Secara Total.”
Seorang pemimpin harus memiliki keyakinan diri yang tinggi untuk tumbuh, keyakinan diri yang tinggi untuk menjadi pembelajar yang tidak pernah berhenti belajar.
Pemimpin tidak boleh berhenti belajar dari pengalaman hidup; pemimpin tidak boleh berhenti belajar dari pengalaman kerja; pemimpin tidak boleh berhenti belajar dari alam semesta; dan pemimpin tidak boleh berhenti belajar dari kebenaran.
Pemimpin haruslah seorang pembelajar terbaik, yang selalu belajar dari tanda – tanda zaman untuk melakukan perubahan.
Pemimpin harus memiliki gaya hidup yang dekat dengan karya-karya kebaikan, yang dekat dengan sumber-sumber peradaban yang memanusiakan manusia, agar mampu memahami realitas kehidupan, untuk kemudian dijadikan sebagai pelajaran buat menata masa depan yang lebih cemerlang.
Pemimpin harus terus-menerus belajar, belajar buat masa depan kehidupan yang lebih baik. Sebab, Pemimpin ada untuk menata masa depan yang lebih manusiawi, bukan untuk mewariskan benih kesengsaraan buat manusia masa depan.
Pemimpin harus belajar menggunakan intuisi, perasaan, nilai-nilai kebaikan, empati, simpati, dan kebenaran, untuk membuat keputusan – keputusan yang tepat sasaran buat kehidupan orang banyak.
Pemimpin harus belajar untuk melibatkan orang – orang lain secara adil dan terbuka, lalu membicarakan setiap kebaikan buat kemakmuran, kedamaian, dan kemanfaatan semua pihak.
Pemimpin harus belajar tidak hanya pintar bicara, tapi juga pintar mendengarkan dan pintar memahami informasi yang realistis.
Pemimpin harus belajar mendengar dan melihat kebenaran, dan tidak membawa nasib orang lain ke dalam kesulitan hidup. Tetapi, mampu menciptakan peluang sukses buat kehidupan setiap orang.
Pemimpin harus belajar membuat keputusan berdasarkan logika yang cerdas, emosi yang cerdas, dan pikiran yang rasional, untuk menciptakan kemudahan dan kebaikan buat semua orang.
Pemimpin harus belajar untuk melakukan segala kebaikan, segala kebaikan yang dilakukan berdasarkan cinta dan kepedulian kepada orang lain.
Pemimpin harus belajar menjadi mentor yang bijak buat orang-orang disekitarnya, serta menjadi inspirator yang mampu menyebarkan gairah hidup dan motivasi, untuk memberikan nilai-nilai kemenangan hidup ke dalam hati setiap orang.
Selengkapnya...
Akmaliah cobalah untuk bijak dan tanggap
Lho....lho... ini ada yang ndak dapet lho... masih banyak yang kelewat...ini yang namanya korban beneran korban ketidak akuratan dalam pendataan siapa yang dapet dan siapa yng tidak,sampai kapan hal ini akan terjadi.Dari tahun ketahun mesti terjadi.Seharusnya dapat diperbaiki dari awal karena banyak waktu yang ada.Andai saja para pengurus tanggap da bijak dalam menyikapi permasalahan.Untuk kebutuhan data Limbuk rasa dari masing-masing Rt ada baik dalam lingkup BSI maupun tetangga kampung.Hal tersebut sering terjadi berulang kali. Kenapa?
Kalau memang tidak tanggap khan bisa di siasati dengan membagi hewan korban kepada mushola-mushola yang ada tentu saja setelah dipotong. Dengan begitu paling tidak mengurangi resiko yang ada.Kalau memang tetap berpijak pada kesepakatan cobalah data anak yatim- piyatu, janda,dan orang-orang fakir dan miskin dalam lingkungan masdjid dan tetangga masjid. Seharusnya para pengurus amat faham akan hal tersebut.Amatlah disayangkan jika hal ini terjadi berulang,dan yang lebih mengertirkan adanya pembedaan antar agama. Seharusnya tidak karena teman-teman yang diluar kaidah adalah bagian dari lingkungan masjid dan masyarakat .Kenapa hal ini juga terjadi? Setahu Limbuk agama tidak membedakan warna tapi menyikapi berbagai jenis warna sebagai bagian dari keindahan.Cobalah kita jangan membuat kotak-kotak karena kalau hal ini terus terjadi maka akan timbul masalah baru dalam masyarakat.Karena berbuat baik seharusnya tidak memandang siapa , dari mana dan apa kepercayaan yang dimiliki.
Limbuk sedih, prihatin akan fenomena yang terjadi apda saat hari besar korban.Seakan sudah di pilah, dipisah. sampai kapan? katanya mau memakmurkan masjid kok .....
Semoga apa yang terjadi menjadikan bahan acuan kedepan dan tidak di ulang lagi.
salam
Limbuk
Selengkapnya...
Minggu, 31 Oktober 2010
Sampah selalu jadi masalah
Sampah jika kita tidak sikapi dengan bijaksana akan membawa bencana, selain bau yang tidak sedap, juga kesan kumuh.. akan selalu melekat.
Nah.. Limbuk jalan-jalan eh... punya ide kali aja dapat menjadikan solusi.
1. Tiap-tiap RT setidaknya mebuat/ memberikan bak sampah kepada warga berupa jerigent yang sudah lobagi( mungkin di RT 4 sudah ada)nah.. bak sampah itu khusus buat sampah tumah tangga.karena akan memudahkan petugas sampah untuk mengangkutnya.Dan sekalian buat pak Rt khan ada pemasukkan to.. memang harus keluar modal dulu.
2.Tiap-tiap Rt menyediakan mencari lahan untuk lobang sampah khusus sampah rumah tangga, mungkin lahan rumah kosong. nah fungsi lobang itu untuk menampung sampah yang mudah terurai jangan lama-lama seminggu di tutup pakai tanah. sekalian khan bisa buat kompos.
3.Untuk sampah plastik atau bekas botol bisa kumpulkan dan petugas sampah bisa mengambilnya 2 hari sekali sebelum menarik sampah yang organik/sampah rumah tangga.
Hal ini di maksudkan untuk menambah sedikit penghasilan tukang sampah ketimbang di ambil ama pemulung karena kalau pemulung mencari benda-benda tsb pasti di acak-cak. yang sekaligus memupuk rasa kepedulian kita.Dan tukang sampah akan lebih peduli dengan tugasnya.
Itu sekedar usul lho... kali aja kepakai..mau di coba silakan
Salam
Limbuk
Selengkapnya...
Rabu, 27 Oktober 2010
Senin, 25 Oktober 2010
Ketua MPR: Mantan Presiden Tak Perlu Digelari Pahlawan Nasional
Jakarta - Setiap mantan Presiden RI tidak memerlukan gelar pahlawan nasional untuk menegaskan penghormatan dan ketokohannya. Selain sudah pasti dikenal luas oleh masyarakat, kualifikasi seorang presiden juga lebih dari pahlawan.
Demikian penilaian Ketua MPR, Taufiq Kiemas, mengenai polemik gelar pahlawan bagi Soeharto. Dia ditemui wartawan di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (25/10/2010).
"Presiden itu nggak perlu kasih pahlawan nasional, sebab beliau (Presiden) lebih dari pahlawan nasional. Kan dia 'tukang bagi' gelar pahlawan, masak mau dikasih lagi," ujar Taufiq.
Taufik menuturkan, pemberian gelar kepada mantan Presiden hanya memicu konflik. Apalagi, Taufiq berpendapat, Presiden dikenal sebagai pemberi gelar pahlawan.
"Jadi saya rasa nggak perlu, jadi polemik aja. Penghormatan terhadap orang-orang yang jadi Presiden itu diatur lagi bagaimana yang baik," jelas Taufiq.
Menantu dari proklamator Soekarno itu pun menyarankan agar pemberian gelar kepada mantan Presiden Soeharto ditinjau ulang. Di dalam konteks ini Taufiq menyerahkan keputusan akhir kepada Presiden SBY.
"Kalau Presiden itu nggak usah dikasih pahlawan, kejadiannya baru. Presiden itu diakui seluruh iIndonesia kalau pahlawan itu lokal-lokal. Tapi itu hak prerogatif Presiden," tutupnya.
Sebelumnya, Sekjen PKS Anis Matta mendukung penuh penetapan Soeharto menjadi pahlawan nasional. Anis menilai peranan Soeharto selama 32 tahun memerintah tak bisa diabaikan.
PKS beranggapan Soeharto telah berhasil membangun Indonesia selama 32 tahun berkuasa. Soeharto dinilai berhasil memajukan Indonesia di berbagai sektor.
Anis juga mengajak semua pihak tidak hanya melihat kesalahan Soeharto di masa lalu. Semua Presiden dianggap punya masalah masing-masing.
"Semua Presiden punya masalah. Memang Soekarno tidak punya masalah?. Kalau dibilang banyak hutang, sekarang pemerintah juga banyak hutang," terang Anis.
Selengkapnya...
Rabu, 20 Oktober 2010
Tumbuhkan Kepedulian Lingkungan Pada Anak
Tumbuhkan Kepedulian Lingkungan Pada Anak
“The world is a dangerous place, not because of those who do evil, but because of those who look on and do nothing “ Albert Einstein
Berita mengenai bencana alam silih berganti muncul di media elektronik dan cetak. Di dalam negeri, belum habis berita banjir dan tanah longsor, ancaman kekeringan sudah muncul di beberapa daerah. Di luar negeri badai, banjir, dan kekeringan tak kalah maraknya. Banyak ahli mensinyalir bencana alam yang terjadi di berbagai belahan dunia itu, tidak berdiri sendiri-sendiri, melainkan saling berkait akibat meningkatnya pemanasan global.
Mereka juga berpendapat bencana tersebut merupakan runtutan akibat dari ketidakpedulian manusia pada isu pemanasan global. Peningkatan suhu bumi akibat akumulasi gas berbasis karbin, seperti karbondioksida, metan, dan hidroflurokarbon, mendorong terjadinya perubahan iklim.
Mencairnya es di pegunungan salju abadi seperti Himalaya, Andes, Jaya wijaya, dan Patogonia, serta Kutub Utara dan Selatan adalah indikasi meningkatnya suhu bumi. Selain itu, perubahan suhu bumi juga terjadi di lautan yang mengakibatkan berubahnya siklus dan kejadian cuaca, disebut sebagai perubahan iklim.
Akibat ketidakpedulian sebagian besar umat manusia pada kemampuan dan daya dukung bumi, berbagai perubahan melanda seluruh permukaan bumi. Mengutip berbagai sumber, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia mengungkapkan bahwa pemanasan global dan perubahan iklim berdampak pada naiknya temperatur udara mencapai 1,5-4,5 derajat celcius dan merubah permukaan bumi secara radikal sehingga mempengaruhi kesehatan dan keamanan manusia. Kenaikan suhu permukaan bumi sebesar satu derajat celcius akan menaikan permukaan laut setinggi 15 sentimeter yang akan menenggelamkan kawasan pesisir. Selain itu, juga terjadi perubahan musim dan musnahnya berbagi jenis flora dan fauna.
Ancaman mengerikan pada kehidupan tersebut membutuhkan konsistensi manusia untuk menjaga serta melestarikan kekayaan alam. Tapi tak sedikit orang yang menganggap bahwa masalah lingkungan adalah masalah dunia, yang tidak berkait langsung dengan permasalahan hidup sehari-hari. Tapi berbagai riset menunjukan bahwa persoalan lingkungan di Indonesia telah berdampak pada dunia, dan berakibat langsung pada kehidupan masyarakat Indonesia.
Akibat kerusakan lingkungan dan pemanasan global, diperkirakan 72 hektar lahan di Jakarta akan tenggelam pada tahun 2030. Penelitian ini juga dikuatkan melalui penelitian Institut Teknologi Bandung (ITB) tahun 2007 yang menyebutkan daerah-daerah di Jakarta, sebagian Jawa Barat, dan Banten merupakan kawasan yang akan tenggelam pada tahun 2050 nanti. Akibat dari pemanasan global diperkirakan pada 2070, sekitar 800 ribu rumah yang berada dipesisir harus direlokasi, dan sebanyak 2.000 dari 18 ribu pulau di Indonesia akan tenggelam akibat naiknya air laut.
Untuk mengatasi permasalahan akibat dampak lingkungan, diperlukan keterlibatan segenap komponen masyarakat, tak terkecuali anak-anak. Anak merupakan generasi penerus yang mewariskan keberlangsungan bumi. Ketidakpedulian orang tua terhadap kelestarian lingkungan, bukan hanya mewariskan kondisi lingkungan yang buruk, namun juga menciptakan generasi penerus yang tak ramah lingkungan. oleh karena kepedulian orang tua saja masih belum cukup. Orang tua juga perlu mendidik anak sedini mungkin agar mereka ‘melek’ lingkungan. Sehingga bumi tetap menjadi tempat yang nyaman untuk kehidupan.
Menurut Abdul Halim, Pelaksana Tugas Relasi Media Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI), tanamkan hakekat alam terlebih dahulu sebelum orang tua mendorong kecintaan anak terhadap lingkungan. Anak memahami, bumi beserta isinya merupakan ciptaan dan anugerah Tuhan, yang diberikan kepada manusia agar dimanfaatkan sebaik-baiknya sebagai pendukung kehidupan. Agar manfaatatnya maksimal maka alam harus dijaga dan dipelihara.
Kerusakaan alam akibat ulah manusia akan menimbulkan dampak yang merugikan. Jika hal ini tertanam dalam pola pikir anak, maka orang tua akan lebih mudah member teladan. Misalnya, orangtua senantiasa membiasakan diri membuang sampah pada tempatnya, “Mendidik anak terkait dengan kemerdekaan akal budi dari ketidaktahuan, termasuk memberi jalan agar anak lebih beradab dalam memperlakukan lingkungan hidupnya, “kata Abdul.
Begitupun pendapat Novi Hardian Ssi, kepala sekolah alam Ciganjur. Menurutnya, sikap kecintaan lingkungan anak merupakan hasil proses pendidikan yang dialaminya, baik dari sekolah maupun orang tua. Pada umumnya anak menghabiskan dua per tiga hari dirumah. Oleh karena itu, pendidikan yang paling efektif adalah keteladanan dari orang tua.
Biasakanlah pola hidup yang bersih, sehat dan ramah lingkungan dalam keluarga. Tanamkan pula kesadaran, menjaga alam merupakan bagian dari ibadah, yang memberi manfaat bagi peningkatan kualitas hidup. Anak belajar dengan meniru dan mencontoh. Jadi, kalau orang tua melek lingkungan, anak pun akan terpengaruhi. “Dimulai dari meniru, membiasakan berkarekter hingga menjadi budaya khususnya budaya cinta lingkungan,”ujar Novi.
Kepedulian kepada kelestarian lingkungan perlu dilakukan sejak dini karena pengaruh pada usia dini merupakan dasar pembentukan karakter anak. Mengajarkan cinta lingkungan juga akan menumbuhkan sikap bersyukur. Umumnya, anak yang mencintai alam, cenderung berhati lembut dan juga mengasihi sesama.”perkenalkan tugas menjaga lingkungan pada anak melalui pembiasaan hidup yang ramah dan cinta lingkungan sedini mungkin. Ingat “actions speak louder than words”, ujar Novi.
Agar lebih mudah memahami tentang pelestarian lingkungan, Abdul menambahkan, anak juga perlu dibekali pengetahuan seputar lingkungan. Pemberian pengetahuan lingkungan hidup berkaitan dengan kebiasaan-kebiasaan positif orang tua. Contohnya, mengapa harus menghemat penggunaan air? Gunakan jawaban sederhana. Misalnya, air adalah kebutuhan pokok manusia. Sementara itu, populasi manusia semakin meningkat, dan banyaknya daerah resapan air tanah yang dibangun menjadi permukiman, hotel, dan perkantoran, mengakibatkan persediaan air semakin berkurang. Oleh sebab itu, air perlu digunakan sehemat mungkin.
Pembekalan pengetahuan juga bisa anak dapatkan melalui kegiatan ekstrakurikuler disekolah. Orang tua dapat mengajak anak untuk mengikuti pramuka, karya ilmiah remaja, palang merah remaja (PMR), pencinta alam, dokter kecil dan lain-lain. Kebiasaan kebiasaan dimasyarakat juga mempengaruhi sikap anak tehadap lingkungannnya.
Agar anak dapat memilah kebisaan baik dan buruk, diperlukan pengawasan dan bimbingan orang tua agar pendidikan lingkungan hidup dapat dipraktikan dalam keseharian anak. Jika mungkin, dengan membentuk system pelestarian didaerah tinggal, sehingga anak dapat berperan langsung menjaga keberlangsungan lingkungannya. “Ilmu tanpa praktek, tak memberi bekas pada pemahaman anak. Begitupun dengan pemahaman seputar lingkungan perlu didukung oleh keterlibatan anak secara aktif, “ujar Abdul.
Meningkatkan pemahaman anak tentang perlunya menjaga lingkungan, menurut Novi, dapat juga dilakukan orang tua dengan berdiskusi mengenai lingkungan bersama anak. Diskusi dapat diarahkan untuk mengetahui penyebab dan perilaku masyarakat yang berakibat pada masalah global lingkungan. “Berikan penjelasan sesuai kemampuan pemahaman anak. Sebaiknya gunakan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami anak,”kata Novi.
=====================================================================================
Beraksi Melestarikan Lingkungan
Manusia adalah penyebab utama terjadinya pemanasan global (global warming) serta masalah lingkungan lainnya. Untuk itu, orang tua maupun anak-anak perlu mendisiplinkan diri dalam menjaga kelestarian bumi. Dengan menjaga kelestarian dan keberlanjutan lingkungan hidup, sebuah keluarga akan menyumbang sesuatu untuk bumi tercinta dan mendapatkan manfaatnya.
Meningkatkan kualitas pengelolaan lingkungan di dalam dan di luar rumah, berarti juga:
* Meningkatkan kualitas lingkungan hidup planet bumi.
* Kondisi kehidupan keluarga lebih nyaman dan kondusif bagi perkembangan anak-anak.
* Kesehatan keluarga dan anak-anak lebih terjaga.
* Dengan mengurangi, mendaur ulang, mengganti dan menghemat penggunaan sumber daya alam dan energi bagi kehidupan keluarga, keuangan keluarga lebih mudah diatur dan dihemat.
* Terhindar dari dampak negatif kerusakan lingkungan, salah satunya bau busuk sampah yang tak terurus
Yang dapat orang tua lakukan :
* Mengurangi penggunaan alat listrik yang menggunakan Freon (AC, Kulkas, dan sebagainya) karena Freon adalah salah satu penyebab lapisan ozon di atas permukaan bumi yang berfungsi sebagai penahan papparan sinar matahari.
* Berhemat dalam penggunaan listrik, air, tisu, kertas, serta produk lain yang banyak mengkonsumsi sumber daya alam dalam proses produksinya.
* Membiasakan hidup bersih dalam berbagai kesempatan. Misalnya tidak membuang sampah sembarangan.
* Pilih alat rumah tangga yang ramah lingkungan. Misalnya televisi dengan monitor layar datar yang hemat energi.
* Manfaatkan fasilitas antar jemput sekolah anak, untuk mengurangi polusi akibat penggunaan mobil pribadi.
* Pastikan untuk mematikan barang-barang elektronik secara tuntas
* Kurangi mengonsumsi makanan yang dibekukan, karena pembuatannya membutuhkan 10 kali lipat lebih besar dari makanan biasa.
* Memberikan pendidikan dini kepada anak terkait pemanasan global dengan cara menyenangkan, salah satunya dengan ‘nonton bareng’ film bertema lingkungan.
* Melibatkan diri dan mengajak anak ikut terlibat dengan salah satu organisasi lingkungan hidup di Indonesia misalnya WALHI, WWF, Greenpeace dan sebagainya
Yang dapat anak lakukan :
* Mengurangi jajan/membeli produk makanan dan minuman dengan kemasan plastik. Dengan demikian penggunaan kemasan plastik yang tidak dapat didaur ulang dapat dikurangi . plastik terbuat dari campuran bahan kimia, yang sulit diurai atau dihancurkan secara alami.
* Menyayangi mahluk hidup, baik hewan maupun tumbuhan untuk menjaga keseimbangan alam.
* Biasakan anak menghemat penggunaan listrik, dengan tidak menyalakan lampu, televisi dan alat elektronik lainnya jika diperlukan.
* Mengurangi penggunaan kertas. Misalnya, dengan menggunakan kembali sisi belakang kertas yang telah dipakai. Kayu sebagai bahan baku kertas, telah menyebabkan berkurangnya luasan hutan, sehinggga volume gas-gas karbon diudara makin bertambah.
* Menerapkan konsep ‘reduksi’ (mengurangi), ’recyle’(mendaur ulang), ‘re-use’(menggunakan kembali), dan mengganti penggunaan bahan-bahan tak ramah lingkungan. Misalnya, membeli produk makanan atau minuman yang menggunkan kemasan ramah lingkungan, dan sebagainya.
* Libatkan anak dalam mengelola kualitas lingkungan sekitarnya, seperti menata cahaya ruangan, mengatur ventilasi udara, melakukan dan memelihara penghijaun, memelihara dan memelihara fasilitas sanitasi.
* Minta anak menghabiskan makanannya.
Selengkapnya...
Selasa, 19 Oktober 2010
Demo Pemilukada, Anggota KPU Depok Hajar Wartawan
Demo Pemilukada, Anggota KPU Depok Hajar Wartawan
Selasa, 19 Oktober 2010 - 19:01 wib
Marieska Harya Virdhani - Okezone
Demo Pilkada Depok (Foto/Marieska)
DEPOK – Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Depok diduga memukul sejumlah wartawan elektronik media televisi. Pemukulan terjadi saat wartawan dihalang – halangi meliput demonstrasi Benteng Rakjat Depok (Bentrok) terkait gugatan hasil Pemilukada Depok.
Anggota KPU Kota Depok Raden Salamun diduga memukul wartawan Trans TV, Muhammad Wahyudin Latif dan wartawan TV One David di Kantor KPU Kota Depok. Akibatnya, wajah David luka lebam dan Latif mengalami luka ringan serta menyebabkan kamera milik David rusak.
Menurut wartawan SCTV, Nahyudi, peristiwa pemukulan tersebut berawal dari belasan wartawan yang ingin masuk ke Kantor KPU Kota Depok untuk meliput pertemuan perwakilan pendemo dari Benteng Rakjat Depok dengan anggota KPU. Namun polisi melarang wartawan masuk hingga terjadi aksi saling dorong.
Kepolisian pun akhirnya memperbolehkan tiga perwakilan wartawan untuk masuk ke pintu gerbang KPU. Namun sejumlah wartawan tetap tidak bisa masuk ke dalam KPU karena pintu utama terkunci. Sehingga wartawan TV One David, wartawan TPI Dayat, dan wartawan Trans7 Fahmi tidak bisa meliput suasana pertemuan dan harus meninggalkan kantor KPU.
Tiba–tiba Raden Salamun pun datang menghampiri sambil berkata dengan nada tinggi hingga terjadi pemukulan. "Saya ditendang oleh Pak Salamun, karena itu saya melawan," ujar Latif di lokasi, Selasa (19/10/10).
David yang berusaha melerai justru terkena hantaman Salamun hingga kamera milik David jatuh. ”Saya lalu pergi ke RS Harapan Depok untuk melakukan visum. Setelah itu saya lapor ke Polres,” kata David.
Sementara itu, Raden Salamun berdalih tidak berniat memukul dan merusak kamera handycam wartawan. Salamun mengaku hanya mengayunkan tangan kiri dan kanan sebagai upaya melindungi diri. "Saya sama sekali tidak berniat memukul wartawan. Saya hanya berusaha melindungi diri saya," tegas Salamun.(ram)
Selengkapnya...
Kisah Wanita (Calhaj Ternate) Melawan Para Penjahat di Masjid Nabawi
Kisah ini Admin ambil dari salah satu sumber yang bisa di percaya.
Nursina adalah Calon Haji dari Ternate (Indonesia) yang usianya sudah tidak lagi muda. Tapi ia memberi kesan tidak takut pada siapa saja. Calon haji (calhaj) asal Ternate, Maluku Utara, ini berani melawan tiga orang jahat yang mengeroyoknya di sekitar Masjid Nabawi.
Nursina berkisah, ia melakukan salat arbain di Masjid Nabawi Madinah mulai zuhur, asar, maghrib dan isya. Usai salat isya, Nursina keluar dari masjid namun teman-temannya tidak lagi kelihatan. Nursina pun kemudian meninggalkan masjid sendirian.
Saat berjalan keluar masjid, ada tiga perempuan berbaju hitam-hitam mendekatinya. Mereka, menurut Nursina, memakai anting di hidungnya. Meski berada di sekitar Masjid Nabawi, para perempuan itu tega-teganya berniat melakukan dosa.
Mereka mempunyai niat jahat ingin merebut tas Nursina. Saat Nursina lewat, mereka berteriak 'Indonesia Indonesia' sehingga Nursina menoleh. Setelah calhaj berusia 60-an tahun itu menoleh dan memperhatikan mereka, tiga perempuan itu pun mendekati Nursina.
"Tapi tiba-tiba saja mereka akan merebut tas saya. Ya saya pukul saja. Saya bilang tidak boleh begitu. Itu dosa. Itu kan uang saya kok mau diambilnya," kata Nursina menggebu-gebu.
Setelah memukul, Nursina pun lari agar tidak dikeroyok lagi. Si ibu bersyukur uangnya tidak ada yang berhasil diambil tiga perempuan berbaju hitam itu. Ibu dari 7 anak itu lantas melanjutkan perjalanan untuk kembali ke pemondokannya.
Namun lagi-lagi dia lupa di mana persisnya letak hotel tempatnya menginap. Maka ibu itu pun kembali mendatangi kantor Daerah Kerja Madinah. "Ini yang kedua kali saya ke sini. Daripada saya bingung lebih baik saya ke sini," ujar Nursina.
Di antara para jamaah yang tersesat dan dibawa ke Daker Madinah, Nursina memang tampak kuat. Jamaah wanita lainnya ada yang menangis, ada yang memilih membisu dan tampak bersedih. Tapi Nursina santai saja."Kalau tersesat atau mendapat ujian itu akan membuat kita makin kuat," ujar Nursina.
Di Daker Madinah, Nursina pun bercerita ia masih memiliki hubungan kekeluargaan dengan Sultan Ternate, Mudhafar Syah. Ia memiliki 7 anak dan yang paling bungsu, seorang perempuan masih kuliah di Jakarta.
Dengan haru, Nursina pun menceritakan tentang putranya yang kedua yang meninggal hanya selang beberapa bulan sebelum ia pergi ke tanah suci. "Sebelum meninggal ia menemui saya dan berkata saya akan pergi. Nanti kalau saya pergi Ibu tetap harus naik haji ya," kisah Nursina penuh haru.
Maka untuk memenuhi permintaan terakhir anaknya itu, Nursina kini berada di tanah suci Madinah. Ia mendoakan sang anak akan mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah.
Selengkapnya...
Senin, 18 Oktober 2010
Jelang Idul adha
Ndak Terasa kita akan memasuki hari lebaran lagi yaitu Idul Adha.
Momen yang sebetulnay amat baik apabila dapat dipergunakan sebagai saran menjalin hubungan antar warga. Namun semua itu bergantung kepada yang punya wilayah dan aparatnya. Dapat tidak membuat atau mempergunakan momen-momen keagamaan sebagai sarana memupuk rasa peduli, rasa asih kepada sesama khususnya toleransi antar warga.
Jangan justru sebaliknya malah mengkotak-kotak dengan keragaman yang ada.
Jika Limbuk boleh urun rembuk gimana kalau dia adakan lomba takbir keliling emang sekopnya bukan di lingkungan tapi ndak ada salahnya dong.. jika lingkungan punya agenda dengan koordinasi dengan DKM. atau Lomba potong hewan korban di samping memeriahkan juga bisa sebagai ajang silaturahmi. Khan jadi semarak. sebab yang ada biasanya...banyak warga dari lingkungan lain yang ikut andil tapi dilingkungan Rw 11 jarang yang berpartisipasi.Kali aja ini menjadikan tonggak buat memupuk rasa solidaritas, Sebab Limbuk Lihat ada 2 mushola di lingkungan Rw 11 yaitu di Rt 04 dan Rt 03 nah.. itu khan bisa kita berdayakan dengan bergabung dengan Masjid. dan yang jelas majelis taklim ada di tiap-tiap Rt. Khan tambah meriah.. to....
salam
Limbuk
Selengkapnya...
Minggu, 19 September 2010
Minal Aidin Wal Faidzin Mohon Maaf Lahir dan Bathin
Kepada member dan pembaca blog ini, Admin mengucapkan Minal Aidin Wal Faidzin Mohon Maaf Lahir Dan Bathin, semoga dosa-dosa yang telah kita lakukan baik yang kita sengaja maupun yang tidak di sengaja di hapuskan oleh Allah SWT. Amin...
Terima kasih juga kepada Mas Limbuk yang selalu aktif dan tidak bosan memberikan atensi di Blog ini. Semoga info-info akan selalu bermanfaat bagi kita semua.
Admin mengucapkan selamat beraktifitas dan bekerja kembali untuk mencari Ridlonya Allah SWT, Amien
Salam
Admin
Selengkapnya...
Rabu, 15 September 2010
Lebaran.... mudik....balik...kerja
Eh..... sebulan ndak terasa puas sudah masuk lebaran....
Limbuk... berserta... punokawan... mohon maaf lahir.. batin... "ngaturanken sungeng riyadi".... semoga kita kembali kepada fitrah... sebagai hamba."Dalem.. nyuwun...pangapunten.. engkang kathah..."
Setelah lebaran... kita kembali kepada aktivitas...dan kembali kepada suasana BSI....
SELAMAT DATANG... DI BUMI SAWANGAN INDAH......
salam
limbuk
Selengkapnya...