Rabu, 27 Oktober 2010
Selasa, 26 Oktober 2010
Mari Berbagi
Bencana dan bencana.
Dari Laut ada sunami di mentawai, dari angin ada topan di banyumas, dan dari bumi ada gempa dan gunung meletus ( merapi) Juga air ada banjir (Jakarta) .Pertanyaannya adalah hanyakah kita dapat melihat ? dan berucap ? tanpa berbuat ? mungkin saat ini saudara-saudara kita yang kena bencana.Suatu saat nanti kita yang tertimpa.
Dalam rangka itu Limbuk terketuk untuk memberikan usulan yaitu "PEDULI SESAMA" dengan cara memberikan Baju Layak Pakai kepada Saudara-saudara kita yang memang saat ini membutuhkan.Limbuk rasa warga BSI khususnya Rw 11 mampu untuk melakukan hal ini.
Syukur-syukur ada donatur yang mau menyumbang duit, kalaupun toh sudah ada, tidak ada salahnnya kita juga melakukan ? bukankah lebih banyak lebih baik ? Kenapa Limbuk punya gagasan demikian barang kali saja ada sanak saudara dari warga yang tertimpa musibah saat in kita tidak tahu.
Saudara-saudara Limbuk Marilah kita kumpulkan baju yang layak pakai ketimbang kebuang percuma.Coba kita tanya hati kecil kita. masing-masing Tegakah kita? menjelang idul korban adalah moment yang baik untuk memulai segala sesuatu yang baik juga. Jangan hanya komentar.. mari berbuat. Sekali lagi bencana tidak pernah memilih dan tidak pandang bulu.Gunung yang tidak aktif sekian lama ternyata meletus juga ingat simalungun ?.
Haruskan kita menunggu bencana datang pada kita? .
Bapak Admin Limbuk mohon di sebarluaskan hal ini Limbuk berharap segera terealisasi bukan hanya wacana.
Salam
Limbuk
Selengkapnya...
Senin, 25 Oktober 2010
Ketua MPR: Mantan Presiden Tak Perlu Digelari Pahlawan Nasional
Jakarta - Setiap mantan Presiden RI tidak memerlukan gelar pahlawan nasional untuk menegaskan penghormatan dan ketokohannya. Selain sudah pasti dikenal luas oleh masyarakat, kualifikasi seorang presiden juga lebih dari pahlawan.
Demikian penilaian Ketua MPR, Taufiq Kiemas, mengenai polemik gelar pahlawan bagi Soeharto. Dia ditemui wartawan di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (25/10/2010).
"Presiden itu nggak perlu kasih pahlawan nasional, sebab beliau (Presiden) lebih dari pahlawan nasional. Kan dia 'tukang bagi' gelar pahlawan, masak mau dikasih lagi," ujar Taufiq.
Taufik menuturkan, pemberian gelar kepada mantan Presiden hanya memicu konflik. Apalagi, Taufiq berpendapat, Presiden dikenal sebagai pemberi gelar pahlawan.
"Jadi saya rasa nggak perlu, jadi polemik aja. Penghormatan terhadap orang-orang yang jadi Presiden itu diatur lagi bagaimana yang baik," jelas Taufiq.
Menantu dari proklamator Soekarno itu pun menyarankan agar pemberian gelar kepada mantan Presiden Soeharto ditinjau ulang. Di dalam konteks ini Taufiq menyerahkan keputusan akhir kepada Presiden SBY.
"Kalau Presiden itu nggak usah dikasih pahlawan, kejadiannya baru. Presiden itu diakui seluruh iIndonesia kalau pahlawan itu lokal-lokal. Tapi itu hak prerogatif Presiden," tutupnya.
Sebelumnya, Sekjen PKS Anis Matta mendukung penuh penetapan Soeharto menjadi pahlawan nasional. Anis menilai peranan Soeharto selama 32 tahun memerintah tak bisa diabaikan.
PKS beranggapan Soeharto telah berhasil membangun Indonesia selama 32 tahun berkuasa. Soeharto dinilai berhasil memajukan Indonesia di berbagai sektor.
Anis juga mengajak semua pihak tidak hanya melihat kesalahan Soeharto di masa lalu. Semua Presiden dianggap punya masalah masing-masing.
"Semua Presiden punya masalah. Memang Soekarno tidak punya masalah?. Kalau dibilang banyak hutang, sekarang pemerintah juga banyak hutang," terang Anis.
Selengkapnya...
Rabu, 20 Oktober 2010
Pengawas Pemilu: KPU Depok Bermasalah
Kamis, 21 Oktober 2010
VIVAnews - Bukan hanya menemukan pelanggaran oleh peserta Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Depok, Badan Pengawas Pemilu dan Panitia Pengawas Pemilu Kada Kota Depok menemukan sejumlah pelanggaran dalam tahapan pungut hitung Pemilu Kada Depok 2010. Berdasarkan hasil peninjauan langsung serta laporan jajaran Panwaslu Kada Kota Depok, diduga terjadi pelanggaran oleh jajaran KPU Depok, terkait masalah daftar pemilih tetap (DPT)
Menurut Anggota Bawaslu SF Agustiani Tio Fridelina Sitorus dan Tim Asistensi Prayogo Bekti Utomo, diketahui Pemilu Kada di Depok masih menyisakan masalah soal daftar pemilih tetap (DPT). Banyak pemilih yang seharusnya memiliki hak pilih ternyata tidak terdaftar dalam DPT.
Seperti yang terjadi di Kecamatan Cimanggis, banyak yang tidak terdaftar dalam DPT setelah melaporkan ke RT dan jumlahnya belum diketahui. Sedangkan di Kelurahan Tugu, di TPS 125 terdapat 23 orang yang mengaku ada di daftar pemilih sementara (DPS), tetapi tidak masuk dalam DPT. Sedangkan, di Kelurahan Ratu Jaya, yakni pada malam H-1, ada 80-an warga asli di Jembatan Dipo protes ke Lurah setempat karena tidak masuk dalam DPT. Setelah dicek di DPS juga tidak ada.
“Tim Supervisi Bawaslu juga mendapati diadakan TPS tersendiri. TPS tersebut menggunakan kotak suara tersendiri, dengan alokasi surat suara sebanyak 50 surat suara dan dialokasikan tersendiri oleh KPU (tanpa dasar hukum yg jelas). Surat suara tersebut diambil dari beberapa TPS di sekitar, sehingga bisa berakibat surat suara di TPS lain berkurang dan menghilangkan hak pemilih,” ujar Tio dilansir laman Bawaslu, Kamis 21 Oktober 2010.
Berbagai pelanggaran yang terjadi dalam Pemilu Kada di Depok terungkap, setelah diadakan rapat evaluasi jajaran Panwaslu Kada Depok hingga tingkat desa pasca pemungutan suara berlangsung. Masing-masing Panwaslu melaporkan temuan pelanggaran baik yang melibatkan peserta Pemilu Kada maupun KPPS.
Warga Depok juga kehilangan hak pilih juga terjadi di TPS 29 Kelurahan Limo Perum Griya Cinere, di mana DPT yg dipakai adalah DPT waktu Badrul Kamal menjabat sebagai Walikota Depok, sehingga semua orang di tempat tersebut tidak masuk DPT termasuk Ketua RT dan mantan RW setempat. Di tempat lain di TPS 3, 4 dan 21 Kel. Grogol, bahkan ada kekurangan surat suara sehingga PPS setempat mengambil surat suara dari TPS lain.
Sebelumnya, Bawaslu juga menemukan dugaan politik uang yang dilakukan pasangan calon nomor urut 3 Nur Mahmudi Ismail dan Idris Abdul Shomad. Seperti dilansir laman Bawaslu, Kamis 21 Oktober 2010, pada H-1 pemilihan yakni 15 Oktober 2010, pasangan calon nomor urut 3 mengunjungi "pasien di rumah sakit dan memberikan uang sebesar Rp300.000."
Namun soal temuan ini, Tim Sukses Nur Mahmudi membantah. "Saya nggak yakin itu," kata Tri Handoko, Ketua Tim Sukses Nur Mahmudi.
Selengkapnya...
Pengawas Pemilu Temukan Nur Mahmudi Bagi Uang
VIVAnews - Badan Pengawas Pemilu dan Panitia Pengawas Pemilu Kota Depok menemukan sejumlah pelanggaran dalam Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Depok 2010. Salah satunya, Pengawas Pemilu mendapat laporan calon nomor urut 3 Nur Mahmudi Ismail dan Idris Abdul Shomad membagi uang.
Seperti dilansir laman Bawaslu, Kamis 21 Oktober 2010, pada H-1 pemilihan yakni 15 Oktober 2010, pasangan calon nomor urut 3 mengunjungi "pasien di rumah sakit dan memberikan uang sebesar Rp300.000."
Di beberapa tempat pemungutan suara, seperti Kelurahan Curug, Kecamatan Cimanggis RW 04, beberapa orang melakukan serangan fajar. Di Kecamatan Bojongsari, Kelurahan Duren Mekar dan Kelurahan Pondok Petir, tim pasangan calon no 3 memberi makan bakso gratis sebelum dan sesudah mencoblos. Begitu juga terjadi di Kecamatan Sawangan, Kelurahan Bedahan, lurah setempat membagikan uang secara “door to door” untuk memilih pasangan calon no urut 3 Nur Mahmudi Ismail-Idris Abdul Somad.
“Banyak sekali pelanggaran yang terjadi, baik praktik politik uang maupun kampanye-kampanye terselubung untuk mempengaruhi pemilih. Kami sudah menginstruksikan kepada Panwaslu Kada Kota Depok beserta jajarannya hingga tingkat PPL untuk menindaklanjuti setiap pelanggaran berdasarkan bukti-bukti,” ujar anggota Bawaslu, SF Agustiani Tio Fridelina Sitorus.
Selain ramai dengan praktik politik uang, beberapa tim kampanye pasangan calon juga terlihat melakukan praktik kampanye “gelap”saat pemungutan suara berlangsung. Di samping itu, Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) juga banyak melakukan kelalaian, termasuk membuka kotak suara karena ada berita acara yang dimasukkan dalam kotak suara.
Ketua Tim Sukses Pasangan Nur Mahmudi-Idris, Tri Handoko, membantah keras bahwa jagoannya melakukan politik uang. "Saya nggak yakin itu," kata Tri saat dihubungi VIVAnews melalui telepon, Kamis 21 Oktober 2010.
Tri menyatakan akan mempelajari temuan Bawaslu ini, meski Tim Sukses belum menerima secara resmi laporan-laporan pelanggaran itu.
Selengkapnya...
Tips ringan
Isi Batetrai dalam kondisi Urgent
Pasti pernah kejadian kan baterai ponsel habis & tidak bisa charge lalu kebetulan kita ingin sekali menggunakannya untuk melakukan telpon penting?
Bagi anda yang mengalami hal diatas maka bisa melakukan cara darurat ini supaya anda bisa menelpon kembali walaupun sebentar.
Caranya dengan mengeluarkan baterai ponsel dari tempatnya kemudian gosok-gosokkan baterai dengan tangan atau ke baju/ celana selama beberapa menit (3-5 menit).
Setelah sedikit terasa panas, langsung masukkan baterai ke dalam ponsel dan lakukan panggilan telpon penting tersebut segera dan setidaknya atau biasanya anda bisa melakukan panggilan telpon selama 2 menit.
Oh iya, prinsipnya bila baterai berada di tempat dingin maka akan semakin cepat kapasitas baterai akan berkurang dan bila dilakukan hal ini dalam kondisi baterai yang agak dingin ini, waktu pakai baterai setelah digosokkan akan lebih lama biasanya.Semoga bermanfaat
Tips Cara Merawat Baterai Handphone (HP)
Tips merawat batrei hp sangat penting karena bagaimanapun canggihnya hp anda, dan secanggih apapun sofware hp anda, kalo batarinya drop akan susah juga, bahkan bisnis bisa melayang, gebetan bisa pindah ke lain hati, dan konflik bisa terjadi karena masalah sepele saat telpon, batreinya habis padahal baru di cas.
Berikut Tips Cara Merawat Baterai Handphone(HP)
* Jika anda sedang mengecas baterei, sebaiknya ponsel dlm keadaan mati. Jika ponsel menyala akan terjadi arus keluar masuk secara bergantian yang akibatnya akan merusak molekul dalam baterai. Ini juga akan mengakibatkan terjadinya memori effect pada baterai. Apalagi saat kita mencharge, lantas ponsel digunakan untuk koneksi, itu akan menambah beban pada proses kimia dalam baterai.
* Kurangi menerima atau menelfon di dalam mobil. Karena pada saat itu dia berusaha keras mencari sinyal dari BTS terdekat. Ketika kita bergerak menjauh dari BTS maka pada saat itu dia berusaha mencari sinyal pada BTS yang lebih dekat. Aktivitas seperti itulah yang memakan energi baterai lumayan besar. Apalagi kita melakukan koneksi internet dalam kondisi bergerak dengan kecepatan tinggi.
* Saat akan mencharge baterai ponsel, sebaiknya ponsel di keluarkan dari leather case / sarung / kondom handphone karena pengecasan baterai dapat menimbulkan panas yang bisa saja dapat menyebabkan umur ponsel dan baterai anda menurun.
* Jangan sering-sering chargering di mobil. Saat mengisi baterai dalam kendaraan, kita menggunakan pemantik api sebagai sambungan. Voltase pada kendaraan sering tidak stabil, sehingga dapat mengakibatkan tidak stabilnya arus masuk ke dalam baterai.( kalo mobil Ferari gimana ya belum pernah nyobak sih he..he)
* Jika umur baterai telah lebih dari enam bulan, sering-sering lah membersihkan pin dan Connector baterai dengan cotton bud atau tissue.
* Matikan fungsi-fungsi yang tidak penting dan tidak perlu untuk di gunakan. Misalnya Bluetooth, kamera aktif, vibrate, GPRS, sering menyalakan led badan ponsel, screensaver yang cepat, mengaktifkan backlight siang hari, sering buka tutup sliding, dan multitasking.
* Berhematlah saat anda mengaktifkan MP3, radio, Bluetooth dan bermain games.
* Jangan biasakan maen hape di dalam kamar mandi tanya kenapa? soalnya bisa jatuh dan rawan kena air , hehehehe
* Jangan biasakan meletakkan hanphone di saku baju depan tanpa tali hp, bisa jatuh kalo lagi membungkuk. Juga jangan di saku celana depan, karena kata pakar sih, dalam jangka lama, bisa menyebabkan kemandulan hih serem..terus di letakkan di mana?
* Jangan terlalu banyak di masuki video 3gp porno, soalnya bikin ketagihan dan konsumsi batari cepat habis dan akhirnya harus di cas ulang, padahal tiap handpone kebanyakan memiliki umur tertentu.
* Mohon dijaga dari jangkauan anak kecil, soalnya bisa di banting itu hape , hehehehe....
Selengkapnya...
Tumbuhkan Kepedulian Lingkungan Pada Anak
Tumbuhkan Kepedulian Lingkungan Pada Anak
“The world is a dangerous place, not because of those who do evil, but because of those who look on and do nothing “ Albert Einstein
Berita mengenai bencana alam silih berganti muncul di media elektronik dan cetak. Di dalam negeri, belum habis berita banjir dan tanah longsor, ancaman kekeringan sudah muncul di beberapa daerah. Di luar negeri badai, banjir, dan kekeringan tak kalah maraknya. Banyak ahli mensinyalir bencana alam yang terjadi di berbagai belahan dunia itu, tidak berdiri sendiri-sendiri, melainkan saling berkait akibat meningkatnya pemanasan global.
Mereka juga berpendapat bencana tersebut merupakan runtutan akibat dari ketidakpedulian manusia pada isu pemanasan global. Peningkatan suhu bumi akibat akumulasi gas berbasis karbin, seperti karbondioksida, metan, dan hidroflurokarbon, mendorong terjadinya perubahan iklim.
Mencairnya es di pegunungan salju abadi seperti Himalaya, Andes, Jaya wijaya, dan Patogonia, serta Kutub Utara dan Selatan adalah indikasi meningkatnya suhu bumi. Selain itu, perubahan suhu bumi juga terjadi di lautan yang mengakibatkan berubahnya siklus dan kejadian cuaca, disebut sebagai perubahan iklim.
Akibat ketidakpedulian sebagian besar umat manusia pada kemampuan dan daya dukung bumi, berbagai perubahan melanda seluruh permukaan bumi. Mengutip berbagai sumber, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia mengungkapkan bahwa pemanasan global dan perubahan iklim berdampak pada naiknya temperatur udara mencapai 1,5-4,5 derajat celcius dan merubah permukaan bumi secara radikal sehingga mempengaruhi kesehatan dan keamanan manusia. Kenaikan suhu permukaan bumi sebesar satu derajat celcius akan menaikan permukaan laut setinggi 15 sentimeter yang akan menenggelamkan kawasan pesisir. Selain itu, juga terjadi perubahan musim dan musnahnya berbagi jenis flora dan fauna.
Ancaman mengerikan pada kehidupan tersebut membutuhkan konsistensi manusia untuk menjaga serta melestarikan kekayaan alam. Tapi tak sedikit orang yang menganggap bahwa masalah lingkungan adalah masalah dunia, yang tidak berkait langsung dengan permasalahan hidup sehari-hari. Tapi berbagai riset menunjukan bahwa persoalan lingkungan di Indonesia telah berdampak pada dunia, dan berakibat langsung pada kehidupan masyarakat Indonesia.
Akibat kerusakan lingkungan dan pemanasan global, diperkirakan 72 hektar lahan di Jakarta akan tenggelam pada tahun 2030. Penelitian ini juga dikuatkan melalui penelitian Institut Teknologi Bandung (ITB) tahun 2007 yang menyebutkan daerah-daerah di Jakarta, sebagian Jawa Barat, dan Banten merupakan kawasan yang akan tenggelam pada tahun 2050 nanti. Akibat dari pemanasan global diperkirakan pada 2070, sekitar 800 ribu rumah yang berada dipesisir harus direlokasi, dan sebanyak 2.000 dari 18 ribu pulau di Indonesia akan tenggelam akibat naiknya air laut.
Untuk mengatasi permasalahan akibat dampak lingkungan, diperlukan keterlibatan segenap komponen masyarakat, tak terkecuali anak-anak. Anak merupakan generasi penerus yang mewariskan keberlangsungan bumi. Ketidakpedulian orang tua terhadap kelestarian lingkungan, bukan hanya mewariskan kondisi lingkungan yang buruk, namun juga menciptakan generasi penerus yang tak ramah lingkungan. oleh karena kepedulian orang tua saja masih belum cukup. Orang tua juga perlu mendidik anak sedini mungkin agar mereka ‘melek’ lingkungan. Sehingga bumi tetap menjadi tempat yang nyaman untuk kehidupan.
Menurut Abdul Halim, Pelaksana Tugas Relasi Media Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI), tanamkan hakekat alam terlebih dahulu sebelum orang tua mendorong kecintaan anak terhadap lingkungan. Anak memahami, bumi beserta isinya merupakan ciptaan dan anugerah Tuhan, yang diberikan kepada manusia agar dimanfaatkan sebaik-baiknya sebagai pendukung kehidupan. Agar manfaatatnya maksimal maka alam harus dijaga dan dipelihara.
Kerusakaan alam akibat ulah manusia akan menimbulkan dampak yang merugikan. Jika hal ini tertanam dalam pola pikir anak, maka orang tua akan lebih mudah member teladan. Misalnya, orangtua senantiasa membiasakan diri membuang sampah pada tempatnya, “Mendidik anak terkait dengan kemerdekaan akal budi dari ketidaktahuan, termasuk memberi jalan agar anak lebih beradab dalam memperlakukan lingkungan hidupnya, “kata Abdul.
Begitupun pendapat Novi Hardian Ssi, kepala sekolah alam Ciganjur. Menurutnya, sikap kecintaan lingkungan anak merupakan hasil proses pendidikan yang dialaminya, baik dari sekolah maupun orang tua. Pada umumnya anak menghabiskan dua per tiga hari dirumah. Oleh karena itu, pendidikan yang paling efektif adalah keteladanan dari orang tua.
Biasakanlah pola hidup yang bersih, sehat dan ramah lingkungan dalam keluarga. Tanamkan pula kesadaran, menjaga alam merupakan bagian dari ibadah, yang memberi manfaat bagi peningkatan kualitas hidup. Anak belajar dengan meniru dan mencontoh. Jadi, kalau orang tua melek lingkungan, anak pun akan terpengaruhi. “Dimulai dari meniru, membiasakan berkarekter hingga menjadi budaya khususnya budaya cinta lingkungan,”ujar Novi.
Kepedulian kepada kelestarian lingkungan perlu dilakukan sejak dini karena pengaruh pada usia dini merupakan dasar pembentukan karakter anak. Mengajarkan cinta lingkungan juga akan menumbuhkan sikap bersyukur. Umumnya, anak yang mencintai alam, cenderung berhati lembut dan juga mengasihi sesama.”perkenalkan tugas menjaga lingkungan pada anak melalui pembiasaan hidup yang ramah dan cinta lingkungan sedini mungkin. Ingat “actions speak louder than words”, ujar Novi.
Agar lebih mudah memahami tentang pelestarian lingkungan, Abdul menambahkan, anak juga perlu dibekali pengetahuan seputar lingkungan. Pemberian pengetahuan lingkungan hidup berkaitan dengan kebiasaan-kebiasaan positif orang tua. Contohnya, mengapa harus menghemat penggunaan air? Gunakan jawaban sederhana. Misalnya, air adalah kebutuhan pokok manusia. Sementara itu, populasi manusia semakin meningkat, dan banyaknya daerah resapan air tanah yang dibangun menjadi permukiman, hotel, dan perkantoran, mengakibatkan persediaan air semakin berkurang. Oleh sebab itu, air perlu digunakan sehemat mungkin.
Pembekalan pengetahuan juga bisa anak dapatkan melalui kegiatan ekstrakurikuler disekolah. Orang tua dapat mengajak anak untuk mengikuti pramuka, karya ilmiah remaja, palang merah remaja (PMR), pencinta alam, dokter kecil dan lain-lain. Kebiasaan kebiasaan dimasyarakat juga mempengaruhi sikap anak tehadap lingkungannnya.
Agar anak dapat memilah kebisaan baik dan buruk, diperlukan pengawasan dan bimbingan orang tua agar pendidikan lingkungan hidup dapat dipraktikan dalam keseharian anak. Jika mungkin, dengan membentuk system pelestarian didaerah tinggal, sehingga anak dapat berperan langsung menjaga keberlangsungan lingkungannya. “Ilmu tanpa praktek, tak memberi bekas pada pemahaman anak. Begitupun dengan pemahaman seputar lingkungan perlu didukung oleh keterlibatan anak secara aktif, “ujar Abdul.
Meningkatkan pemahaman anak tentang perlunya menjaga lingkungan, menurut Novi, dapat juga dilakukan orang tua dengan berdiskusi mengenai lingkungan bersama anak. Diskusi dapat diarahkan untuk mengetahui penyebab dan perilaku masyarakat yang berakibat pada masalah global lingkungan. “Berikan penjelasan sesuai kemampuan pemahaman anak. Sebaiknya gunakan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami anak,”kata Novi.
=====================================================================================
Beraksi Melestarikan Lingkungan
Manusia adalah penyebab utama terjadinya pemanasan global (global warming) serta masalah lingkungan lainnya. Untuk itu, orang tua maupun anak-anak perlu mendisiplinkan diri dalam menjaga kelestarian bumi. Dengan menjaga kelestarian dan keberlanjutan lingkungan hidup, sebuah keluarga akan menyumbang sesuatu untuk bumi tercinta dan mendapatkan manfaatnya.
Meningkatkan kualitas pengelolaan lingkungan di dalam dan di luar rumah, berarti juga:
* Meningkatkan kualitas lingkungan hidup planet bumi.
* Kondisi kehidupan keluarga lebih nyaman dan kondusif bagi perkembangan anak-anak.
* Kesehatan keluarga dan anak-anak lebih terjaga.
* Dengan mengurangi, mendaur ulang, mengganti dan menghemat penggunaan sumber daya alam dan energi bagi kehidupan keluarga, keuangan keluarga lebih mudah diatur dan dihemat.
* Terhindar dari dampak negatif kerusakan lingkungan, salah satunya bau busuk sampah yang tak terurus
Yang dapat orang tua lakukan :
* Mengurangi penggunaan alat listrik yang menggunakan Freon (AC, Kulkas, dan sebagainya) karena Freon adalah salah satu penyebab lapisan ozon di atas permukaan bumi yang berfungsi sebagai penahan papparan sinar matahari.
* Berhemat dalam penggunaan listrik, air, tisu, kertas, serta produk lain yang banyak mengkonsumsi sumber daya alam dalam proses produksinya.
* Membiasakan hidup bersih dalam berbagai kesempatan. Misalnya tidak membuang sampah sembarangan.
* Pilih alat rumah tangga yang ramah lingkungan. Misalnya televisi dengan monitor layar datar yang hemat energi.
* Manfaatkan fasilitas antar jemput sekolah anak, untuk mengurangi polusi akibat penggunaan mobil pribadi.
* Pastikan untuk mematikan barang-barang elektronik secara tuntas
* Kurangi mengonsumsi makanan yang dibekukan, karena pembuatannya membutuhkan 10 kali lipat lebih besar dari makanan biasa.
* Memberikan pendidikan dini kepada anak terkait pemanasan global dengan cara menyenangkan, salah satunya dengan ‘nonton bareng’ film bertema lingkungan.
* Melibatkan diri dan mengajak anak ikut terlibat dengan salah satu organisasi lingkungan hidup di Indonesia misalnya WALHI, WWF, Greenpeace dan sebagainya
Yang dapat anak lakukan :
* Mengurangi jajan/membeli produk makanan dan minuman dengan kemasan plastik. Dengan demikian penggunaan kemasan plastik yang tidak dapat didaur ulang dapat dikurangi . plastik terbuat dari campuran bahan kimia, yang sulit diurai atau dihancurkan secara alami.
* Menyayangi mahluk hidup, baik hewan maupun tumbuhan untuk menjaga keseimbangan alam.
* Biasakan anak menghemat penggunaan listrik, dengan tidak menyalakan lampu, televisi dan alat elektronik lainnya jika diperlukan.
* Mengurangi penggunaan kertas. Misalnya, dengan menggunakan kembali sisi belakang kertas yang telah dipakai. Kayu sebagai bahan baku kertas, telah menyebabkan berkurangnya luasan hutan, sehinggga volume gas-gas karbon diudara makin bertambah.
* Menerapkan konsep ‘reduksi’ (mengurangi), ’recyle’(mendaur ulang), ‘re-use’(menggunakan kembali), dan mengganti penggunaan bahan-bahan tak ramah lingkungan. Misalnya, membeli produk makanan atau minuman yang menggunkan kemasan ramah lingkungan, dan sebagainya.
* Libatkan anak dalam mengelola kualitas lingkungan sekitarnya, seperti menata cahaya ruangan, mengatur ventilasi udara, melakukan dan memelihara penghijaun, memelihara dan memelihara fasilitas sanitasi.
* Minta anak menghabiskan makanannya.
Selengkapnya...